|
Home
/
Berita & Info Bank DKI Syariah
BERITA
& INFO BANK DKI SYARIAH
|
5
November
2007 |
|
DUKA CITA
ATAS WAFATNYA KETUA DPS UUS BANK DKI |
Malam yang
hening, tepatnya pada hari Minggu, Isak tangis dan keharuan
telah mengurung dikediaman bapak KH. Masyhuri Syahid. Ketua
MUI DKI Jakarta, sekaligus Dewan Pengawas Syariah Bank DKI
Tak hanya istri, anak, keluarga, kerabat tetapi segenap
masyarakat yang penuh dengan rasa kesedihannya turut hadir
hingga menuju ke pemakaman beliau yang terletak di daerah
Cirebon Jawa Tengah

KH.Masyhuri Syahid (Ketua
Dewan Pengawas Syraiah Bank DKI)
Selaku Dewan
Komisaris, Direksi, dan Seluruh Staff dan Karyawan PT Bank DKI
dan Unit Usaha Syariah Mengucapkan turut berdukacita atas
wafatnya ketua Dewan Pengawas Syariah PT Bank DKI. Semoga
diberikan keikhlasan dan ketabahan bagi keluarga yang
ditinggalkannya, amin...
|
1
November
2007 |
|
SERAH TERIMA
JABATAN
PEMIMPIN GRUP SYARIAH |
Pada hari Senin, tanggal
30 Oktober
2007 telah diserahkan Jabatan Pemimpin Grup Syariah kepada
Athouf Ibnu Tama, yang selama ini dipegang oleh Muhamad
Irfandi (Direktur Pemasaran PT. Bank DKI). Penunjukkan atas
diri Athouf sebagai Pemimpin Grup Syariah yang sebelumnya
menduduki posisi Pemimpin Divisi Pemasaran Grup Syariah PT
Bank DKI terasa tepat. dengan memiliki pengalaman kerja di
perbankan syariah yang cukup memadai. Terakhir, Athouf
tercatat sebagai Pejabat Kepala Bagian Transaksi Luar Negeri
pada sebuah bank syariah.
Pergantian
kepemimpinan Grup Syariah itu merupakan sebuah tantangan
dimana UUS Bank DKI memang akan diproyeksikan sebagai bank
umum syariah yang segmentasi pasarnya adalah korporasi asing
atau campuran dan ekspansi ke pasar korporasi itu saat ini
sudah mulai dirintis. Dari sinilah UUS Bank DKI ke depan akan
lebih difokuskan pada pembiayaan-pembiayaan korporasi bagi
perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang minyak dan gas (migas),
dengan pertimbangan bisnis minyak dan gas akan semakin
booming dan prospeknya pun cerah.
(Athouf
Ibnu Tama, Pemimpin Grup Syariah menandatangani Surat Serah
Terima Jabatan kepada Muhamad Irfandi selaku Direktur
Pemasaran PT Bank DKI dan juga pemimpin Grup Syariah ).

(Muhamad Irfandi selaku Direktur Pemasaran PT Bank DKI tengah
berjabat tangan memberikan selamat kepada Athouf Ibnu Tama
selaku Pemimpin Grup Syariah).
Hal ini akan
menjadi portofolio tersendiri bagi UUS DKI, sehingga bank-bank
asing lain akan memandang sebagai UUS yang bonafide
terbaik dan membanggakan.
|
5 Agustus
2007 |
|
PERPISAHAN
PEMIMPIN GRUP SYARIAH |
Pada tanggal 19 Juli
2007 telah diserahkan Jabatan Pemimpin Grup Syariah yang
selama ini dipegang oleh Abdullah Aljuffry kepada Muhamad
Irfandi (Direktur Pemasaran PT. Bank DKI). Untuk selanjutnya
tugas dan tanggung jawab Pemimpin Grup Syariah akan dipegang
oleh Direktur Pemasaran sampai ada pejabat yang ditunjuk untuk
menggantikan Abdullah Aljuffry.
(Abdullah
AlJuffry, Pemimpin Grup Syariah menerima kenang-kenangan dari
Komisaris Utama, Suryo Danisworo, Direktur Utama, Winny E.
Hassan dan Direktur Pemasaran, Muhamad Irfandi saat pelepasan
memasuki usia pensiun pada 19 Juli 2007).
Dengan
penyerahan
jabatan ini maka Abdullah
Aljuffry akan memasuki masa pensiun. Perlu diketahui
bahwa Abdullah Aljuffry telah memegang jabatan sebagai
Pemimpin Grup Syariah sejak 16 Maret 2004 dan beliau juga
sebagai salah satu yang memegang peranan dalam pendirian Unit
Usaha Syariah di Bank DKI. Selain dari itu, dalam membangun
budaya baru, kiprah Abdullah Aljuffry sebagai orang yang gigih
dalam merancang budaya baru di Bank DKI. Berikut sekelumit
puisi yang disampaikan beliau dalam acara tersebut :
"3 5 t a h u n t e l a h
b e r k a r i r . . .
t a n p a t e r a s a
t i b a s a a t b e r k a r i r
M e s k i b a g i k u
t i a d a a k h i r b a g i s u a t u k a r y a . . .
S a y a m e n g u c a p k a n
t e r i m a k a s i h a t a s
k e r j a s a m a y a n g s e l a m a i n i t e l a h d i j a l i n
D a l a m b e r k a r y a . . .
d a l a m s u k a d a n
d u k a . . .
P e r j u a n g a n
P e r b a n k a n S y a r i a h
M a s i h p a n j a n g
d a n m e n a n t a n g
J a l a n i n i m a s i h
l u a s t e r b e n t a n g
M e s k i a w a n m a s i h
m e n y e l i m u t i , t a p i f a j a r t e l a h b e n d e r a n g
M o h o n m a a f a t a s
s e g a l a k e k u r a n g a n d a n k e k h i l a f a n
S e m o g a k i t a
s e n a n t i a s a m e n e r u s k a n t a l i s i l a t u r a h i m
d a l a m b i m b i n g a n
d a n r i d h a A l l a h S W T . . ."
Abdullah
Aljuffry
19 Juli 2007
|
21 Maret
2007 |
|
MILAD KE-3
BANK DKI SYARIAH |
Dalam rangka memperingati
milad ke-3, Bank DKI Syariah bekerjasama dengan Masyarakat
Ekonomi Syariah (MES) menyelenggarakan seminar dengan tema
“Peranan Pemprov Dalam Pengembangan Potensi Ekonomi Syariah
melalui BPD dan LKMS”, yang diselenggarakan pada tanggal 21
Maret 2007 di gedung
Balai Kota DKI Jakarta.
Keynote Speaker
pada Seminar ini adalah Bpk. Dr. Ing. H. Fauzi Bowo selaku
Wakil Gubernur DKI Jakarta dan di isi oleh 5 pembicara yaitu
Aries Muftie (Ketua Umum MES),
Winny E Hassan (Dirut PT.
Bank DKI/Ketua Asbanda), M.Sc,
Wiwin P Soedjito (Dirut
PT. PNM),
Zulkifli Thalib (Dirut
PT. Bank Riau). Seminar ini dihadiri oleh praktisi ekonomi,
mahasiswa serta anggota MES.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Bank DKI, Ibu
Winny E. Hasan menyebutkan bahwa selama 3 tahun ini Bank DKI
Syariah telah mencapai hasil yang cukup baik. Namun dengan
adanya program akselerasi Bank Indonesia bahwa agar perbankan
syariah mencapai share 5,25% dari perbankan konvensional pada
tahun 2008, tugas yang diemban perbankan syariah pada umumnya
dan UUS BPD khususnya menjadi sangat berat. Untuk itu salah
satu upaya untuk pencapaian program tersebut Bank DKI Syariah
memperluas jaringan kantor dengan dibukanya 2 kantor kas yaitu
kantor kas walikota Jakarta Utara pada tanggal 14 Desember
2006 dan kantor kas Cibubur pada tanggal 1 Februari 2007.
Dan pada tanggal 11 April 2007 Bank DKI Syariah
menambah jumlah layanan Syariah (Office Chanelling) sebanyak
11 konter, sehingga jumlah layanan syariah menjadi 21 konter
pada kantor-kantor cabang maupun capem Bank DKI Konvensional,
Antara lain :Cabang Utama Juanda, Cabang Utama Balaikota,
Cabang Cempaka Mas, Cabang Matraman, Cabang Jatinegara, Cabang
Bendungan Hilir, Cabang Tanjung Priok, Cabang Pintu Besar
Selatan, Cabang Kebayoran Lama, Cabang Kebayoran Baru, Capem
Kramat Jati, Capem Pondok Labu, Capem Dispenda Daan Mogot,
Capem Tebet Barat, Capem Kalimalang, Capem Krekot, Capem
Sudirman, Capem Bintaro Jaya Capem Walikotamadya Jakarta Pusat,
Capem Walikotamadya Jakarta Barat, Capem Walikotamadya Jakarta
Selatan.
|
Media
Indonesia, Oktober
2006 |
|
Kami akan
Masuk ke Proyek Monorail |
BANK
DKI Syariah mendapatkan pehghargaan
Unit Usaha Syariah (UUS) terbaik 2005 versi Majalah Investor
untuk kategori aset di bawah
Rp
100 miliar. Kepala Divisi Syariah Bank DKI, Abdullah Al Jufri
juga bersyukur atas penghargaan bagi UUS‑nya. Hal tersebut
akibat meningkatnya kinerja Bank DKI Syariah sepanjang tahun
lalu, termasuk laporan keuangan dan data pendukung bisnis
lainnya. 'Alhamdulillah, ini semua atas dukungan Pemrov DKI,
manajemen, dan nasabah kami."
Bank DKI Syariah
akan berupa terus meningkatkan kinerja bisnis perbankan
syariah beserta bank syariah lain. Karena saat ini pangsa
perbankan syariah baru di bawah 2% dari total industri
perbankan nasional.
Untuk mengetahui
lebih jauh performance Bank DKI Syariah, wartawan
Media Indonesia Irana Shalindra mewawancarai Kepala
Divisi Syariah Bank DKI, Abdullah AJ Jufri, di Jakarta,
pekan lalu. Petikannya:
Bagaimana
kinerja unit usaha syariah Bank DKI ini hingga triwulan
III‑2006?
September ini,
total aset kita sudah mencapai Rp 98 miliar. Padahal
dua tahun lalu, modal disetor awal Cuma Rp 2 miliar. Untuk
akhir tahun 2006,
kami prediksikan
bisa melebihi Rp 100 miliar.
Artinya, kami
memperbaharui lagi rencana pengembangan bisnis kami yang telah
disampaikan ke Bank Indonesia (131). Semula, dalam business
plan tiga tahunan tersebut, total aset Bank DKI Syariah kami
perkirakan mencapai Rp200 miliar di 2008. Sedangkan untuk
target 2007 saja, kami mencanangkan Rp 96 miliar. Ternyata
angka itu kini sudah terlampaui. Jadi akan kami revisi lagi.
Sedangkan untuk dana pihak ketiga (DPK), baru mencapai 70%
dari target kami tahun ini, atau sekitar Rp 27 miliar.
Pembiayaan Rp 82 miliar, dan FDRnya cukup besar, di atas 300.
Berapa
kredit yang disalurkan ke nasabah jika dlbandingkan dengan
dana masyarakat yang masuk?
Kira‑kira di
atas 300%, kalau tidak, bagi hasil nisbahnya kecil. Kita
diatas 9‑10% untuk deposito. Makanya Bl rate turun ke level
10,75%, itu menguntungkan kita.
Anda
menargetkan mencapal total aset sebesar Rp200 miliar pada
2008. Apa strateginya?
Kami akan
melakukan penetrasi pasar ke daerah penyangga dengan
mendirikan kantor cabang pembantu di Tangerang, Depok, dan
Cibubur. Juga kerjasama dengan rekanan pemda. Selain itu,
mulai hari ini (Senin, 16/10) kami meresmikan pembukaan office
channeling (OC) di 10 unit Bank DKI, misainya di Balai
Kota, di Kantor Walikota Jakarta Barat dan Jakarta Selatan, di
Kebayoran Lama, dan sebagainya. Rencananya, tahun depan
kami akan membuka OC di 10 cabang lagi. Banyak masyarakat yang
tertarik dengan skema syariah, termasuk mereka yang non‑muslim.
Sebenarnya,
siapa target utama pasar Bank DKII Syariah?
Meskipun kami
punya captive pemda, tapi yang kita garap bukan disitu saja.
Artinya, kami tidak ingin citra bank DKI itu adalah bank yang
hanya melayani pegawai Pemda. Memang mereka merupakan salah
satu sasaran market kami, tapi sebagai bank umum, kami juga
melayani masyarakat umum. Untuk unit syariah di kalangan
pegawai Pemda sendiri sebenarnya belum terlalu besar. Karena
itu kami membuka UUS di kantor‑kantor Pemda, seperti di Balai
Kota, dan kantor-kantor Walikota. Rencananya tahun ini kami
akan membuka UUS di Walikota Jakarta Utara.
Pembiayaan
umumnya lebih banyak disalurkan ke mana?
Kami banyak
menyalurkan ke multiguna, usaha mikro kecil menengah (UMKM)
dan koperasi, serta multifinance. Proporsi untuk UMKM dan
koperasi sendiri saat ini baru sekitar 30% dari total
pembiayaan. Ke depan, kami ingin meningkatkan pembiayaan di
sektor tersebut. Tapi pada clasarnya chanelling itu
larinya ke ukm juga.
Soal
proyek monorail di DKI Jakarta, ada niatan darl pihak Dubai
untuk masuk ke proyektorsebut dengan skim syanan. Kira‑kira
Bank DKI Syariah mau turut ambil bagian berapa?
Saya belum
berani berbicara banyak, yang jelas proyek tersebut tengah
Kami jajaki. Kalau Pemda DKI terlibat, otomatis kami pun akan
digandeng. Yang baru kami lakukan sekarang adalah menjalin
bank correspondence dengan Dubai Islamic Bank.
Apa
target keria sama tersebut?
Bisa saja untuk
pengiriman uang TKI kita dari luar negeri. Tapi itu Bisa
berjalan dengan baik kalau seluruh BPD di Indonesia sudah
tersambung (on line). Itu target jangka panjang lah, sekarang
kami persiapkan penjajakan untuk proyek monorail itu.
Untuk
pengembangan Bank DKI Syariah, apakah ada rencana spin‑off ke
depan?
Memang ada
rencana ke sana. Tapi baru dijalankan setelah Bank DKI
melakukan go public sekitar 2007‑2008. Setelah itu kami ikut
spin‑off. Pada dasarnya, semua bank syariah, ideaInya
memang perlu melakukan spin‑off supaya besar. Sesuai
Arsitektur Perbankan Indonesia, bank syariah paling ticlak
harus memiliki modal sebesar Rp 1 triliun. Dari Timur‑Tengah,
sebenarnya banyak yang berminat membuka bank syariah di sini.
Tapi ya itu, terbentur regulasi. (X‑10)
|
9 Oktober
2006 |
|
Bank DKI
Syariah Memperoleh Penghargaan Syariah Award 2006 |
|
Bank DKI
Syariah memperoleh penghargaan sebagai Unit Bank Syariah
Terbaik Kategori Aset dibawah 100 Miliar dalam ajang
penghargaan Syariah Award 2006 dari Majalah Investor.
Penghargaan secara resmi diberikan pada hari Senin/9
Oktober 2006 bertempat di Four Season Hotel. Semoga dengan
diperolehnya Syariah Award 2006, menjadi langkah awal
dalam menjadikan Bank DKI khususnya Bank DKI Syariah
sebagai Bank Terbaik yang Membanggakan. |
|
18 September
2006 |
|
Bank DKI
Syariah Membuka 10 Konter Layanan Syariah |
|
Dalam upaya
meningkatkan pelayanan kepada nasabah dan perluasan
jaringan kantor, per 18 September 2006 Bank DKI Syariah
membuka 10 Konter Layanan Syariah di Kantor Cabang/Capem
Bank DKI Konvensional. Adapun ke sepuluh konter tersebut
bertempat di Kantor Cabang Utama Balaikota, Kantor Cabang
Utama Juanda, Kantor Cabang Matraman, Kantor Cabang
Kebayoran Lama, Kantor Cabang Bendungan Hilir, Kantor
Cabang Pembantu (Capem) Kramat Jati, Kantor Capem Prapanca,
Kantor Capem Pondok Labu, Kantor Capem Walkot Jakarta
Barat dan Kantor Capem Walkot Jakarta Pusat.
|
|
Juni
2006 |
|
Perbankan
Syariah Peduli Umat |
|
Sebagai
wujud tanggung jawab sosialnya, Bank DKI Syariah
bergabung dalam PSPU atau Perbankan Syariah Peduli Umat.
Program ini merupakan bentuk kepedulian sosial dari
bank-bank syariah di seluruh Indonesia dan Bank Indonesia,
bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional, sebuah badan
yang berperan untuk mensalur-tebarkan seluruh dana bantuan.
Untuk itu, bentuk kepedulian Anda dapat Anda salurkan
melalui program PSPU-Bank DKI Syariah ke rekening no.
7010099903 a.n "PSPU Baznas" |
|
17 Mei
2006 |
|
Pembukaan
Kantor Kas Walikota Jakarta Timur |
|
Dalam rangka
memperluas jaringan kantor, di tahun kedua beroperasinya
unita syariah, Bank DKI Syariah membuka KDKCS setingkat
kantor kas di kantor Walikota Jakarta Timur. Dengan
pembukaan kantor kas ini diharapkan dapat meningkatkan
pelayanan bertransaksi perbankan secara syariah khususnya
di wilayah Jakarta Timur. |
|
 |
|
2 Mei
2006 |
|
Bank DKI Syariah meriahkan Indonesia Syariah Expo |
|
Dalam rangka
menjalankan tanggungjawab sosial sebagai salah satu
lembaga keuangan syariah, Bank DKI Syariah ikut
serta mensosialisasikan ekonomi syariah dan memperkenalkan
produk perbankan syariah yang dimiliki Bank DKI
Syariah pada ajang perhelatan akbar Indonesia Syariah Expo
(ISE). ISE diselenggarakan atas prakarsa Masyarakat
Ekonomi Syariah (MES) bersama Dewan Syariah Nasional-
Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) didukung Bank Indonesia
pada tanggal 2-6 Mei 2006 di Jakarta Convention Center.
|
|
22 Maret
2006 |
|
Milad II
Bank DKI Syariah |
|
Pada tanggal 22
Maret 2006, Bank DKI Syariah mengadakan tasyakuran Milad ke-II.
Salah satu rangkaian acara dalam Tasyakuran Milad ini adalah
taushiyyah yang disampaikan oleh Ust. Othman Umar Shihab.
Acara juga dimeriahkan dengan pemberian santunan kepada
anak-anak yatim Panti Asuhan Darul Aitam. Santunan diberikan
secara simbolik oleh Ibu Winny E. Hassan sebagai Direktur
Utama PT Bank DKI dan Bapak Abdullah AlJuffry sebagai pemimpin
Unit Usaha Syariah.
Dalam usianya
yang ke-2, Bank DKI Syariah berhasil membukukan laba sebesar
Rp2,2 miliar dengan total aset sebesar Rp62,13 miliar.
|
|

 |
|
Februari 2006 |
|
Bank DKI
Champion, Sebuah Obsesi |
Champion
merupakan program pengembangan budaya perusahaan yang kini
tengah berlangsung di Bank DKI. Program ini menjadi salah satu
obsesi Ibu Winny E. Hassan sebagai Direktur Utama Bank DKI
untuk mengembalikan Bank DKI menjadi juara pertama. Juara
pertama yang dimaksud meliputi banyak aspek, diantaranya
menjadikan Bank DKI juara dalam kualitas layanan. Selain itu "juara"
dalam melakukan lompatan besar (quantum leap) dalam teknologi,
sistem, produk dan layanan. Hal yang juga tidak kalah penting
dalam mewujudkan program ini adalah mental juara.
Dalam memompa
semangat perubahan bagi seluruh karyawan, Program Champion
juga merilis yel-yel Bank DKI Bangkit! Dagang,
Kerja, Ibadah. Dagang bermakna bahwa semua
aktivitas yang dilakukan merupakan bisnis. Kerja
dimaknai sebagai kultur profesional. Ibadah mengandung
makna substantif terhadap orientasi yang hanya mengharapkan
keridhoan dan pahala dari Tuhan YME.
Semoga semua
upaya transformasi ini menjiwa ke seluruh jajaran Bank DKI,
sehingga cita-cita menjadikan Bank DKI sebagai tuan rumah di "kampun
sendiri" dapat terwujud.
|
16
Januari 2006 |
|
Pergantian Direksi Bank DKI |
Pada tanggal 16
Januari 2006 telah dilaksanakan serah terima jabatan direksi
PT Bank DKI dari direksi lama ke direksi yang baru dengan
Winni E. Hassan sebagai direktur utama dan
M. Irfandi, Mamad Sachroni, Ilham Yunus, dan Aris Anwari
sebagai direktur. Untuk itu, kami keluarga besar Bank DKI Unit
Usaha Syariah mengucapkan selamat atas pengangkatan direksi
baru PT Bank DKI. Semoga sukses dalam menjalankan tugas
dan tanggung jawab yang diamanahkan.
(Selengkapnya)
|
23
November 2005 |
|
Haflatul
Wada (Perpisahan) Bpk Salim Segaf al Juffri |
Bank DKI Syariah
mengadakan acara Haflatul Wada (Perpisahan) Bapak Salim Segaf
al-Juffri, pada tanggal 23 November 2005. Acara ini
diselenggarakan sehubungan dengan diangkatnya Bapak Salim
Segaf al-Juffri sebagai Duta Besar Kerajaan Arab Saudi, yang
juga mengakhiri masa tugasnya pada Bank DKI Syariah sebagai
anggota Dewan Pengawas Syariah.
PT Bank DKI Syariah menawarkan
beberapa jenis pembiayaan dengan Margin dan Bagi Hasil yang
sangat kompetitif
.
(Persyaratan Lengkap)
|
16 Maret 2005 |
|
Milad I Bank DKI
Syariah |
Bank DKI Syariah
yang secara resmi dibuka oleh Gubenur DKI Jakarta Bapak
Sutiyoso, pada tanggal 16 maret 2005 merayakan MILAD-nya
yang pertama. Pada perkembangannya selama satu tahun ini Bank
DKI Syariah telah mampu memberikan nuansa baru pada
perkembangan perbankan syariah. Bersama dengan bank-bank
syariah lainnya, Bank DKI Syariah berusaha untuk mengembangkan
potensi yang ada di masyarakat secara optimal.
Selengkapnya
|
16 Maret 2005 |
|
Pembukaan Kantor Kas
Syariah Panglima Polim |
Dalam rangka
meningkatkan pelayanan kepada nasabah, Bank DKI Syariah telah
membuka kantor kas syariah di daerah Panglima Polim dengan
alamat lengkap Jln. Panglima Polim Raya No 27, Kebayoran Baru.
Jakarta Selatan 121160. Telp. 021- 72793136,
021-72793467,021-72793469 atau fax. 021-7233142. Yang secara
resmi dibuka pada tanggal 16 Maret 2005. Insya Allah dengan
adanya kantor kas ini dapat lebih meningkatkan pelayanan kami.
|
13 Maret 2005 |
|
Penyegaran Rohani
Dalam Rangka Peningkatan Kinerja |
KARISSYA atau Kajian
Rutin Islam Bank DKI Syariah adalah kegiatan rutin dwimingguan
yang mengkaji masalah-masalah keagamaan. KARISSYA berada di
bawah naungan Bank DKI Syariah. KARISSYA dibuka pada tanggal
29 April 2004 dengan Taushiyyah (Ceramah) oleh Dr. H.
Salim Segaf Al Jufri, MA sebagai Dewan Pengawas Syariah.Latar
belakang berdirinya KARISSYA tidak terlepas dari keinginan
para pegawai untuk menambah wawasan keagamaan dan menyegarkan
kembali pemikiran-pemikiran yang Islami. Selain hal-hal
tersebut, KARISSYA juga mencoba untuk mendesain format
acaranya sebaik mungkin dengan harapan segenap pegawai Bank
DKI Syariah mampu dan memiliki kepercayaan diri untuk tampil
di depan umum.
Selengkapnya
Artikel
BANK DKI SYARIAH
Bunga,
apabila secara definisi dapat dikatakan sebagai tambahan yang
dikenakan untuk transaksi pinjaman uang yang diperhitungkan dari
pokok pinjaman tanpa mempertimbangkan pemanfaatan/ hasil pokok
tersebut,berdasarkan tempo waktu dan diperhitungkan secara pasti
dimuka.........
selengkapnya |